Kuliner Khas Bali di Sulut

Berharap merasakan kelezatan kuliner khas Bali dalam Manado? Tak butuh jauh-jauh menuju Bali. Pada Sulawesi Utara tepatnya dalam Kota Tomohon telah bisa memanfaatkan kelezatan kuliner khas Pulau Dewata tersebut.

Bali House Resto, Coffe and Ice Cream namanya, yang terletak di Kelurahan Kakaskasen tepatnya dalam belakang Rindam mantan Kantor Wali Kota Tomohon. Letaknya di lokasi dan suasana alam pegunungan nan sejuk berlatar pemandangan Gunung Lokon yang indah.

Kuliner Khas Bali di Sulut Yang Nikmat

Khas Bali di Sulut.jpgArsitektur khas Bali telihat demikian Anda membuka resto tersebut serta pernak-pernik arsitektur interior yang didatangkan langsung dari Bali. Semua pelayan pada sini begitu juga berpenampilan khas Bali dengan alunan musik khas Bali menciptakan Anda serasa berada pada Pulau Dewata.

Resto yang sudah beroperasi sejak setahun selanjutnya tersebut yaitu prakarsa dari suami istri Standly Suwandhi dengan Ni Wayan Putu Sueni yang dan yaitu owner dari Bali House.

“Tempat yang sudah maksimal dan kebetulan istri asli Bali, jadi merekapun berpikir untuk membuat resto juga nuansa Bali, serta begitu rakyat tak butuh menuju Bali serta mendiskusikan suasana Bali, dalam Tomohon saja mampu,” ungkap Humas Bali House, Novita.

Khas Bali di Sulut1.JPGBali House pun selain mengadakan masakan juga cita rasa khas Bali, bumbu masakannya disesuaikan juga lidah khas warga lokal.

“Kita menyuguhkan makanan yang rasanya memang asli Bali namun bumbu-bumbunya kita sesuaikan dengan lidah orang lokal pada sini,” jelas Novita.

Selain menu andalan khas Bali yakni Nasi Campur juga Ayam Betutunya, resto itu begitu juga mengadakan ciri khas makanan budaya lokal mirip Pisang Goroho Tepung, Nasi Goreng Roa dengan Nasi Goreng Cakalang.

Peminat seluruh kalangan terhadap Bali House Resto, Coffe and Ice Cream tersebut cukup fit. Terbukti yang berasal menuju resto ini bukan sekedar dari seluruh kalangan Tomohon sendiri, berada yang dari Manado juga daerah lain di Sulut.

Advertisements

Mengintip Pesona Keindahan Gili Meno di Lombok

Gili Meno Lombok.jpgSalah satu hal yang sangat identik dengan wisata Lombok adalah panorama pantainya yang indah. Tak heran, Lombok memang punya banyak spot pantai terbaik yang menawarkan pemandangan luar biasa. Seperti salah satunya objek wisata GiliMeno. Gili dalam bahasa Lombok berarti pulau, maka dengan kata lain Gili Meno adalah sebuah pulau kecil di Lombok yang terletak di kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. GiliMeno biasanya banyak dikunjungi oleh pasangan pengantin baru yang menghabiskan honeymoon. Dengan suasana eksotik khas pantai, serta suasana sekeliling pulau yang masih sepi tentu membuat siapapun yang berkunjung kesini serasa tinggal di private island atau pulau pribadi. Berbeda dengan Gili Trawangan yang sudah sangat dikenal hingga ke mancanegara, GiliMeno tergolong salah satu pulau yang masih perawan dan jarang dikunjungi. Untuk itu bagi pelancong yang ingin menikmati pemandangan alam pantai yang sejuk tanpa perlu berdesakan dengan wisatawan lain, pulau Meno bisa menjadi destinasi yang tepat untuk dikunjungi.

Keindahan Gili Meno Lombok

Untuk bisa tiba di GiliMeno, perjalanan bisa dimulai dari pelabuhan Bangsal yang bisa ditempuh selama 2 jam perjalanan darat dari Kota Mataram. Tiba di pelabuhan Bangsal, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan perahu untuk kemudian menyebrang ke GiliMeno selama kurang lebih 40 menit perjalanan. Ketika tiba di Gili Meno, pengunjung akan langsung disambut dengan hamparan pasir pantai yang berkilauan tertimpa sinar mentari.

Gili Meno Lombokw.jpgAktivitas favorit yang banyak dilakukan di Gili Meno adalah bersantai dan berjemur di pesisir pantai, hingga snorkeling mengintip panorama surga bawah lautnya. Disini sudah disediakan peralatan lengkap untuk snorkeling yang bisa disewa oleh pengunjung. Dengan melakukan snorkeling, pengunjung akan diajak untuk melihat langsung keindahan terumbu karang yang masih sangat terawat, serta ragam jenis ikan mungil berwarna warni yang begitu memanjakan pandangan. Selain snorkeling, Gili Meno juga punya spot diving yang sudah sangat terkenal hingga kancah internasional, seperti sea point Penyu, Meno Wall, dan Point Coral Blue. Tak heran, banyak para pelancong yang hobi menyelam sering berkunjung untuk berdiving di Gili ini.

Ketika sore tiba, aktivitas favorit wisatawan di pulau Meno ini adalah menyaksikan sunset di bagian barat pulau Meno. Dengan garis pantai yang membentang, menikmati pemandangan matahari terbenam tentu akan semakin mempesona di pulau ini. Selain itu, pengunjung juga bisa berjalan-jalan berkeliling pulau Meno dengan menggunakan cidomo, sejenis alat transportasi berupa delman khas Lombok. Di Gili Meno ini memang sangat jarang ditemukan mobil, motor, dan kendaraan lainnya. Hal ini karena warga setempat sangat menjaga kesejukan udara Meno, sehingga berkunjung ke Meno ini tentu akan membuat pengunjung lebih fresh dengan udara segar tanpa polusi.

Puncak Bogor

Indahnya Lokasi Wisata pada Puncak Bogor – yoshiewafa – Puncak yaitu Salah satu tempat berlibur di bogor yang harus pada kunjungi ketika berwisata di Jawa Barat dengan Sekitarnya, sebab Berlibur Puncak Bogor tersebut memperoleh keindahan panorama alam yang sangat cantik hanya sekali. Sangat banyak orang DKI Jakarta atau Kota Bandung senang berwisata di Puncak yang telah amat populer memperoleh pesona yang memukau.

Puncak telah menjadi lokasi berwisata menggoda dalam bogor sejak dulu, Puncak serta jadi tempat istirahat demi kebanyakan warga DKI Jakarta yang letih dengan banyaknya acara dengan kesibukan pekerjaan pada kota. Puncak yaitu nama kawasan berlibur pegunungan yang berada di antara kalangan Kab. Bogor dan Kab. Cianjur. Kawasan Tamasya Puncak ini telah tetap populer setelah mancanegara.

Perkebunan teh yang ada di kawasan bertamasya tersebut dulunya dibangun tapi pemerintah kolonial Belanda, dengan sekarang Perkebunan Teh tersebut telah menjadi punyai PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas. Keindahan yang dimiliki daerah itu dapat membuat Ketua Soekarno terpikat tapi kencantikannya, kemudian beliau mendirikan suatu restoran yang dinamakan Restoran Riung Gunung untuk memanfaatkan suasana keindahan alam yang ada di Puncak.

Dalam Kawasan Puncak juga terdapat lokasi rekreasi serta agrowisata yang amat hebat, seperti Perkebunan Teh Gunung Mas serta Gantole atau Paralayang. Pada daerah Puncak itu dengan terdapat bermacam berbagai tempat liburan menggoda berikutnya mirip Kebun Bunga, Taman Safari, dan sesuatu Masjid yang mengagumkan yang memperoleh arsitektur sederhana yang khas ialah Masjid Atta’awun. Dalam Kawasan berwisata Puncak dan terdapat dominan satu kali villa-villa serta hotel yang dibuat tapi warga satu kota ialah salah satu fasilitas untuk segala pengunjung beristirahat.

Daya tarik yang dimiliki bertamasya Puncak di Bogor memang tetap memikat. Terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang demi berwisata di Puncak. Bahkan para Turis yang datang berkunjung sesudah rela menunggu lancarnya arus kemudian lintas demi untuk menggunakan suasana keindahan di kawasan Puncak. Tak sedikit turis asing yang berkunjung juga berminat unuk berwisata dalam Puncak.

Menteri Kebudayaan Korea Utara, Kang Nung Su dengan pernah datang mengunjungi Puncak. Mereka mengunjungi Taman Safari Indonesia Cisarua. Ketika Kang Nung Su berkunjung didampingi tetapi Park Jong Uk yang menjabat yaitu Perwakilan RRDK (Manager Sekretariat Komisi Penerangan), juga dan dua orang staf peneliti RRDK (Sekretariat Komisi Penerangan), Chong Gyong, juga Kim Hak Chol, serta bersama wakil dari Kantor Menteri Departemen Kominfo (Komunikasi juga Informatika).

Taman Safari Cisarua sekedar satu diantaranya tempat bertamasya yang populer dalam kawasan Puncak dari sekian banyaknya tempat liburan yang ada pada Puncak.

Topeng Rangda Bali

Barong sebagai keunikan yang menakjubkan dari bagian tarian rangda. Barong memperoleh mata besar, rahang mengkelik, lapisan ‘bulu’ serta menjadi satu diantaranya topeng yang paling suci dalam tarian yang dimainkan. Barong juga dipercaya ialah pelindung desa serta penjaga keseimbangan hidup masyarakat. Simbol dari tarian Rangda pun yaitu penggambaran penyihir yang memiliki aksi yang membahayakan serta lidah panjang berapi, rambut tergerai sampai menuju lutut serta payudaya yang menggantung panjang.

Sejarah Barong

Penciptaan Barong dimengerti telah dibuat selingkungan abad tiga belas, saat barongsai Cina dipertunjukan sang Selatan Bali. Dari periode ini, Bali kemudian membuat versi mereka juga dan berupa hewan singa.

Buat sebagian pertunjukkan tari, kostum ialah perlengkapan yang tak dapat terelakkan, begitupun dengan kostum barong yang beratnya berhasil mencapai 40 kilogram (90 pon terdiri dari bingkai bambu dengan kayu dibungkus dengan praksok (serat daun dari pandanuss).

Bulu-bulu barongsai yang mengkilat memantulkan cahaya dari sinar matahari di ketika pertunjukkan, bulu-bulu tersebut dikumpulkan dari bulu-bulu gagak dan merak yang sudah rontok. Dari setiap performa dibutuhkan dua orang member serta stamina yang kuat karena satu orang dalam depan akan mengangkat kepala barong dengan satu lainnya mengangkat tubuh belakang barong.

Sedangkan beratnya topeng Rangda juga hiasan kepalanya mendekati 10-12 kg (25-30 pon). Rangda serta payudara terjumbai, rambut juga bahan bulu kambing, kuku memanjang dan matanya menunjukkan kemarahan, membuat pertunjukkan rangda diwajibkan dimulai dengan sesuatu upacara khusus, untuk memurnikan dengan mensucikan topeng dan kostum supaya member dapat mengendalikan performa ini.

Peran Utama dan Kabar

Rangda sendiri melambangkan ilmu hitam dan kehancuran sementara barong melambangkan sihir putih. Dari pertunjukkan tarian 10-20 menit ini kisah-kisah umum dibawakan mirip “Tari Calon Arang” yang adalah berita dari penyihir yang mencetak kekacauan pada saat-saat pemerintahan Airlangga pada Jawa Kuno, abda ke-11.

Topeng Telek Jauk juga Barong sering disamakan dan Telek yang mewakili dewa (baik) dan Jauk yaitu setan (buruk) juga Jauk merupakan setan (buruk). Mereka menampilkan. Kisah Barong juga rangda hadir di 2 topeng dalam kisah laga demi memenangkan perebutan bidadari (langit maiden), Tilotama.

Tipe dari Barong

Barong memperoleh bentuk yang berbeda terserah pada kalangan dan lokasi.
Semacam di Baturiti, mereka mempunyai barong jenis macan, tubuhnya terbuat dari kain bergaris (mirip harimau) dan kombinasi masker berikutnya.

Barong berutuk merupakan yang tertua ditemukan di desa Trunyan. Topeng yang diukir juga kayu atau kelapa serta ratusan potongan daun pisang kering diikat disekitar pinggang juga leher.

Barong Landung juga macam lain dari Barong berbentuk boneka dengan ukuran tiga meter dan masing-masing ditarik oleh seorang orang.

Kostum barong landung yang terbuat dari bambu atau rotan ditutupi dengan bingkai goni serta pakaian. Dari setiap pertunjukkan tari diiringi musik gamelan.

Ketangkasan Domba Garut, Jawa Barat

Dalam Jawa Barat, khususnya Garut, berada salah satu kesenian yang amat top pada tempat publik yang dinamakan seni ketangkasan domba garut. Kesenian tersebut merupakan warisan budaya yang diturunkan memasuki turun-temurun dari generasi menuju generasi hingga kini sehingga kesenian ini tetap sangat lestari.

Dulunya saya cuma akrab bahwa jenis domba tersebut populer akan kelezatan dagingnya dan kelasnya kulitnya yang bebernya ialah salah satu kulit terbaik yang ada dalam global. Seorang pengalaman unik tentang domba ini, tukang sate langganan saya, saking fanatiknya, ia cuma berjualan sate sekedar menikmati daging domba Garut, andai stock domba itu kosong dia tutup warungnya, hehehehe fanatik tinggat tinggi.

kontes domba Garut
Pekan kemarin saya mengunjungi sebuah kontes ketangkasan domba Garut . Saya tidak perlu susah-susah untuk pergi ke Garut, dikarenakan kontesnya juga kebetulan dilangsungkan dalam area kampus saya. Sebab tersebut kans langka, bukan pikir-pikir panjang saya langsung datang saja ke kompetisi kontes, pingin tunggu langsung wujud domba yang namanya amat terkenal dalam seantero bumi perdombaan ini hehehehe. Menurut sejarahnya, domba Garut ialah domba hasil persilangan diantara domba lokal asli Indonesia dan domba luar (Asia dengan Afrika). Hasil persilangan itu merebut domba unggulan yang memperoleh ciri-ciri ukuran badan besar, badan tinggi, stamina kuat, serta level agresivitas yang tinggi. Domba macam ini semula kali dikembangkan di daerah Garut, dikarenakan itulah domba unggulan ini diberi nama domba Garut.

keindahan tanduk, satu diantaranya parameter pandangan
Balik lagi menuju ajang kontes, seusai melongok langsung wujud asli domba ini, saya langsung “terpikat” dengan macam domba ini hehehehe. Wujud domba tersebut berbeda dengan domba-domba yang sempat saya tunggu sebelumnya, berbadan besar lebar, tinggi, kekar, tanduk yang kokoh, serta cenderung agresif. Bukan salah lagi domba itu memang jenis domba spesial, pantes aja namanya demikian mendunia hehehehe. Kontes terdiri dari beraneka kategori, seandainya nggak salah ada kategori seni pertandingan ketangkasan, raja petet, raja kasep, dengan raja pedaging. Yang sangat banyak menyenangkan peminat pengunjung adalah seni laga ketangkasan. Sepertinya inilah kategori yang wajib bergengsi pada diantara kategori kontes lainnya. Biaya domba berhasil melambung tinggi kalau domba dapat kampiun, dengan tentunya nama padepokan domba yang bersangkutan menjadi terkenal.

Sebelum berkompetisi di seni ketangkasan domba, domba-domba dibagi jadi strata A, strata B, dengan strata C sesuai juga berat badan domba. Kalau saya sih menyebutnya kelas A untuk kelas berat, strata B tingkat menengah, dan tingkat C demi kelas ringan hehehe. Regulasi yang diterapkan juga tetap ketat dalam pertandingan ketangkasan, suatu ini dimaksudkan untuk domba tak tersakiti, menjunjung tinggi prinsip animal wellfare. Pukulan maksimal yang diperbolehkan cuma sebanyak 20 kali di satu pertandingan. Pertandingan ketangkasan dipimpin menurut wasit serta diawasi menurut dewan hakim, dengan dewan juri. Kriteria jawara ditentukan tapi kualitas pukulan, style berlaga, ketangkasan, keindahan fisik, kelincahan, juga sebagainya. Pada pada arena dua ekor domba berkompetisi agresivitas. Jual beli tandukan silih berganti antara dua ekor domba itu. Percaya atau tidak, bagi saya level kecerdasan domba tersebut tinggi, ketika disuruh pelatihnya mundur, mereka nurut mundur, dan saat disuruh maju, merekapun ofensif tanpa ragu. Uniknya pertandingan ketangkasan ini begitu juga diiringi tapi musik tradisional Sunda demi makin memeriahkan suasana. Selama pertandingan, seluruh pemilik domba dan teman-teman sepadepokan akan menari demi memberikan gelora semangat kepada domba yang sedang berlaga pada pinggir arena. Suasana keceriaan kelihatan tambah hanya sekali, bagaimanapun sedang berlaga semua happy hehehehe.

Rumah Adat Maluku Utara

Maluku Utara merupakan salah satu provinsi baru di Indonesia dan umumnya disingkat sebagai “Malut”. Maluku Utara merupakan gabungan dari beberapa pulau di Kepulauan Maluku. Ibukotanya terletak di Sofifi, Kecamatan Oba Utara sebagai pengganti Ternate, yaitu ibukota sementara Maluku Utara selama 11 tahun hingga infrastruktur Sofifi memadai. Maluku Utara terbagi kedalam 7 kabupaten dan dua kotamadya, yakni Kabupaten Halmahera Barat, Selatan, Tengah, Timur, Serta Halmahera Utara dan kabupaten Pulau Morotai. Sedangkan Kotamadya yang ada yaitu Ternate dan Tidore. Provinsi Maluku Utara sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah timur dengan Laut Halmahera, sebelah barat dengan Laut Maluku, dan sebelah selatan dengan Laut Seram.

Maluku Utara memiliki dua macam rumah adat yang menjadi ciri khas kota Maluku Utara yaitu rumah adat Sasadu yang berasal dari Halmahera Barat. Sedangkan pada tahun 2007 dibangun rumah adat Hibualamo yang berada di Halmahera Utara.

Rumah adat Sasadu merupakan rumah adat yang diwariskan oleh leluhur suku Sahu di Pulau Halmahera Barat, Maluku Utara. Sasadu berasal dari kata Sasa – Sela – Lamo atau besar dan Tatadus – Tadus atau berlindung, sehingga Sasadu memiliki arti berlindung di rumah besar. Rumah adat Sasadu memiliki bentuk yang simpel atau sederhana yaitu berupa rumah panggung yang dibangun menggunakan bahan kayu sebagai pilar atau tiang penyangga yang berasal dari batang pohon sagu, anyaman daun sagu sebagai penutup atap rumah adat dan memiliki dua pijakan tangga terletak di sisi kiri dan kanan.

Pada rumah adat Sasadu terdapat dua ujung atap kayu yang diukir dan memiliki bentuk haluan dan buritan perahu yang terdapat pada kedua ujung atap. Bubungan tersebut melambangkan perahu yang sedang berlayar karena suku Sahu merupakan suku yang suka berlayar mengarungi samudera. Selain itu pada bubungan atapnya digantungkan dua buah bulatan yang dibungkus ijuk. Bulatan itu menggambarkan simbol dua kekuatan supranatural yaitu kekuatan untuk membinasakan dan kekuatan untuk melindungi.

Rumah adat Sasadu tidak memiliki pintu dan sisi-sisinya tidak memiliki dinding penutup. Untuk memasuki rumah adat Sasadu terdapat 6 jalan masuk sekaligus jalan keluar. Setiap jalan diperuntukkan untuk orang-orang tertentu. Dua jalan masuk dan keluar khusus untuk perempuan, dua jalan khusus untuk lelaki, dua jalan khusus untuk para tamu.

Suku Sahu merupakan suku yang menjunjung tinggi dan sangat menghargai penduduk wanitanya. Hal ini ditunjukkan pada bagian dalam rumah adat Sasadu. Selain terdapat dego-dego (dipan bambu) untuk duduk, pada bagian dalam ruangan tersedia dua buah meja, dimana satu meja khusus untuk perempuan di letakan pada bagian depan dan sedangkan satu meja yang diperuntukan bagi laki-laki di letakan pada bagian belakang. Penempatan meja perempuan pada bagian depan dapat diartikan bahwa bagi suku Sahu wanita akan didahulukan dan laki-laki akan selalu melindunginya dari belakang.

Tradisi Papua

Suku Biak menggapai 2 trik pada melamar calon pengantin. Semula, Sanepen atau perjodohan pada mana proses lamaran dipertemukan tapi kedua belah pihak orang tua mulai kedua calon pengantin selalu berumur anak. Kedua, Fakfuken ialah proses pinangan yang berhadapan sehabis calon pengantin berumur pada bertemu 15 season.

Awalnya, pihak laki – laki akan menyatroni pihak perempuan dalam proses pinangan secara resmi. Pada aktivitas pinangan, pihak laki – laki merebut kaken (kalung atau gelang yang terbuat dari manik – manik) merupakan simbol perkenalan, apabila pinangan ini disetujui maka pihak perempuan begitu juga memberi kaken ialah simbol penerimaan. Seusai proses pinangan diterima juga disetujui, keduanya calon pengantin lalu berunding demi krusial mas kawin dengan hari pernikahan. Kamfar menjadi mas kawin pada hukum adat adat pernikahan Papua era dahulu, sebagai berupa gelang yang terbuat dari kulit kerang hingga perahu. Saat ini, mas kawin berhasil berupa roibena, gelang perak, atau bahkan porselen dari Cina.

Tradisi Persiapan Juga Upacara Tradisi Pernikahan Papua Persiapan telah dipertemukan seorang hari sebelum hari pernikahan. Adat persiapan pernikahan ini disimbolkan juga event makan diantara kedua calon pengantin bersama dengan semua saudara laki-laki sekedar dari pihak ibu kedua calon. Kebiasaan makan dengan ini dimaksud juga Samrem. Calon pengantin perempuan terupdate akan dirias tapi keluarganya sesuai serta adat yang berada. Selepas ini, baru calon pengantin perempuan dibawa menuju rumah calon pengantin laki-laki. Aktivitas puncak hukum adat pernikahan Papua dilangsungkan di rumah pihak laki – laki.

Penyerahan roibena diawali menurut pihak perempuan yang merupakan simbol keluarga pihak perempuan telah menyerahkan calon pengantin sepenuhnya buat pihak laki – laki. Pihak perempuan bakal menyerahkan asyawer yang terdiri dari seperangkat senjata mirip panah, parang, serta tombak. Pihak keluarga laki – laki serta bakal mencurahkan suatu serupa yaitu simbol penerimaan calon pengantin perempuan dengan keluarga pihak laki – laki akan menjaganya sama rata mirip anak sendiri. Sehabis prosesi penyerahan ini berhenti, maka upacara pernikahan update bisa bersama. Inti dari hukum adat pernikahan Papua letaknya di upacara pemberian sebatang rokok yang dipimpin tetapi kepala kebiasaan suku Biak. Kedua calon pengantin, prima perempuan maupun laki – laki, wajib menghisap rokok yang seperti semacam cerutu ini.

Selepas ini, kedua mempelai masing – masing mendapat ubi yang sudah dibakar serta kemudian kepala tradisi akan membacakan doa atau mantera yang ialah permohonan buat Tuhan untuk pengantin diberikan kebahagiaan. Proses doa yang mengiringi pemberian ubi tersebut dinamakan wafer. Setelahnya, kedua mempelai akan saling menyuap ubi merupakan simbol kalau mereka sudah sah menjadi suami istri. Adat diakhiri serta acara makan bersama diantara keduanya keluarga juga tamu undangan.